kalimat

LAPORAN BACAAN
KALIMAT

PENGERTIAN KALIMAT
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan dan tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.Dalam wujud lisan,kalimat diucapkan dengan suara naik turun dan keras lembut,disela jeda,dan diakhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologi lainnya.
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan dan tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.Kalimat merupakan satuan dasar wacana.Artinya wacana hanya akan terbentuk jika ada dua kalimat atau lebih yang letaknya berurutan yang berdasarkan kaidah kewacanaan.

BAGIAN-BAGIAN KEWACANAAN
1.Kalimat dan Klausa
Baik klausa maupun kalimat merupakan kontruksi sintaksis yang mengandung unsur Prediksi.Dilihat dari struktur internalnya kalimat dan klausa terdiri dari :
subjek + predikat + { O } + { Pel }+ { K }.
Catatan : Dalam kurung bersifat arbitrer.
Contoh : a.Saya menikam. {Subjek + Prediket}
b.Putra mencintai Zenia. {S + P + O}
c.Pasangan itu berbicara tentang cinta. {S + P + PL}

2.Kontruksi Kalimat
Kontruksi kalimat adalah satuan-satuan kontruksi. Salah satu cara untuk menyatakan struktur konstituen kalimat adalah dengan menggunakan diagram.
Bagan konstituan kalimat

Pemuda itu,menyatakan cinta memiliki dua konstituen yang lebih kecil yaitu Pemuda,itu,menyatakan,dan cinta.

3.Unsur wajib dan unsur tak wajib

Kalimat minimal terdiri atas unsur subjek dan unsur predikat.Kedua unsur kalimat itu merupakan unsur yang kehadirannya selalu wajib.Sementara unsur lain bersifat arbitrer atau tidak wajib
Contoh : Kemungkinan Putra mencintainya karena kesabarannya
Pada kalimat di atas konstituen kemungkinan dan karena kesabarannya yang dapat di hilangkan,di sebut unsur tak wajib.Sedangkan konstituen Putra mencintainya tidak dapat dihilangkan,disebut unsur wajib.

4.Keserasian unsur-unsur kalimat
a.Keserasian makna
Misalkan keanehan yang di landasi dengan faktor budaya suatu bangsa.
Contoh : Ziona menceraikan suaminya
Verba menceraikan dalam bahasa dan budaya Indonesia umumnya menuntut pelaku seorang pria. Umumnya pria yang dapat menceraikan istrinya namun wanita lazim meminta cerai.
b.Keserasian Bentuk
Penggunaan pronominal sebagai pngganti nomina atau frase nominal yng menyatakan orang tunduk paa kendala jumlah seperti tampak pada contoh berikut:
Contoh :
a.Pejuang cinta ada tapi mereka tidak memenuhi kriteria.
b. Pejuang cinta ada tetapi dia tidak memenuhi kriteria.
Pada contoh di atas bahwa pronomina mereka dan dia dapat di gunakan karena antesedannya {ada} pelamar tidak jelas jamak atau tunggal dalam bahasa Indonesia terdapat sejumlah verba yang menuntut nomina jamak sebagai subjek.
Contoh : Laskar cinta itu “berhamburan” ketika melihat permaisuri Ziona.

STRUKTUR KALIMAT DASAR
Kalimat dasar adalah kalimat yang terdiri atas suatu klausa unsur-unsurnya lengkap,susunan unsur-unsunya menurut urutan yang paling umum,dan tidak mengandung pernyataan dan pengingkaran.

1.Bentuk, Kategori, Fungsi dan Peranan.
Suatu bentuk kata yang tergolong dalam kategori tertentu dapat mempunyai fungsi Sintaksis dan peran Semantik yang berbeda.
Contoh : kata “Putra” memiliki fungsi dan peran yang berbeda,tergantung penempatannya pada kaimat.Yaitu :
Putra melamar Ziona.{S}
Nama saya Putra.{P}
Ziona mencubit Putra.{O}
2.Pola Kalimat Dasar
Dalam suatu kalimat tidak selalu ke5 fungsi Sintaksis itu ada,tetapi paling tidak harus ada subjek dan predikat.Kenyataan lain yang terlihat saat mengamati suatu teks adalah bahwa banyak kalimat dasar dalam bahasa Indonesia {S + P + O} + (Ket)}.
3.Kalimat dasar dan Konstituennya
Verba Predikat dalam bahasa Indonesia mempunyai peranan yang dominan karena menentukan kehadiran konstituen lain dalam kalimat.
Contoh : Putra menerima cinta Ziona.{S. P. O}
Kehadiran unsur objek,pelengkap atau keterangan wajib sangat bergantung pada bentuk dan jenis predikat.Unsur yang terdapat disebelah kanan merupakan konstituen yang berfungsi melengkapi verba predikat.Konstituen objek,pelengkap dan keterangan sering di sebut konstituen komplementasi atau pemerlengkapan.

4.Pola kalimat topik- komen
Pola kalimat Putra dan Ziona itu menikah di sebuah pulau.Frasa Putra dan Ziona itu adalah topik sedangkan menikah di sebuah pulau adalah komen.Pola itu terdiri atas topik merupakan topik pembicaraan dan komen yang memberikan penjelasan terhadap pokok tesebut.Topik merupakan hal yang di anggap diketahui oleh pendengaran sedangkan komen adalah Ihwal yang merupakn penjelasan tentang topik tersebut.

FUNGSI SINTAKSIS UNSUR-UNSUR KALIMAT
1.Fungsi Predikat
Predikat kalimat berupa frasa nominal,frasa numeral atau frasa proposisional,frasa verbal dan frasa adjektiva.
Cara untuk mengenal Subjek dan Predikat :
a.Melihat frasa nominal yang dilekati partikel – lah, frasa nominal yang didekati “lah” selalu berfungsi sebagai predikat.
b.Memperhatikan pola intonasi yang digunakan.
2.Fungsi Subjek
Subjek merupakan fungsi sintaksis terpenting kedua setelah predikat.Pada umumnya berupa kata nomina,frasa nomina,atau klausa.

3.Fungsi Objek
Konstituen kalimat yang kehadirannya dituntut oleh predikat yang berupa verba transitif pada kalimat aktif. Objek dapat di kenali dengan memperhatikan :
“Jenis predikat yang dilengkapinya dan ciri-ciri objek itu sendiri.Objek biasanya berupa nomina atau frasa nomina.Jika objek tergolong nomina,frasa nomina tak bernyawa,nomina objek dapat di ganti dengan Pranomina-nya.Selain satuan berupa nomina dan frasa nomina kontuksi objek dapat pula berupa klausa
Contoh : Putra mencairkan hati Ziona.
Objek dalam kalimat aktif transitif akan menjadi subjek jika kalimat itu di pasifkan.
4.FUNGSI PELENGKAP
Baik objek maupun pelengakap sering berwujud nomina, dan keduanya juga sering menduduki tempat yang sama yakni di belakang verba.
Ciri pelengkap
• Berwujud frasa nomina, frasa verbal, Frasa adjektiva, Klausa
• Berada langsung di belakang predikat jika tidak ada objek dan di belakang objek kalau unsur ini hadir
• Tak dapat menjadi Subjek akibat penafsiran kalimat
• Tidak dapat diganti dengan-nya kecuali dalam kombinasi proposisi selain di,ke, dari,dan akan
Contoh :

5.FUNGSI KETERANGAN
Keterangan merupakan fungsi sintaksis yang paling beragam dan paling mudah berpindah letaknya.Kontruksi keterangan biasanya berupa frasa nomina, frasa proposisional atau verba adverbia.Makna keterangan di tentukan oleh perpaduan makna unsur-unsunya. jenis keterangan :

• Keterangan tempat
• Keterangan waktu
• Keterangan alat
• Keterangan tujuan
• Keterangan cara
• Keteranagn penyerta
• Keterangan perbandingan/kemiripan
• Keterangan sebab
• Keterangan kesalingan

Adapun keterangan yang lainnya:
 Keterangan syarat
 Keterangan pengadaian
 Keterangn konsesif
 Keterangan hasil
6.INTERPRETASI GANDA
Dalam bahasa Indonesia terdapat konstruksi kalimat yang fungsi konstituennya dapat mempunyai tafsiran yang berbeda.Dibawah akan di bicarakan dua macam kontruksi kalimat,yaitu .
a.Frasa Proposisional sebagai predikat
Frasa proposisional dapat berfungsi sebagai predikat kalimat
Contoh :  Ziona di pantai  Putra ke pulau
b.Frasa verbal sebagai Subjek
Frasa verbal dapat menduduki posisi subjek kalimat.
 Mencintai Ziona membunuhku.
 Memusnahkan cinta menjadikan Putra gila.

PERAN SEMANTIK UNSUR KALIMAT
1.Pelaku
Pelaku adalah peserta yang melakukan perbuatan yang dinyatakan oleh verba prediket.Umumnya manusia atau binatang,tetapi benda yang potensial juga dapat berfungsi sebagai pelaku.Peran pelaku merupakan peran semantic utama Subjek kalimat aktif dan pelengkap pasif. { Putra menikahi Ziona}
2.Sasaran
Sasaran adalah peserta yang di kenai perbuatan yang di nyatakan oleh verba predikat. Merupakan peran utama objek atau pelengkap. { Ziona menampar Putra}
3.Pengalam
Pengalam adalah peserta yang mengalami keadaan atau peristiwa yang di nyatakan predikat {Ziona terluka saat ini }
4.Peruntung
Peruntung adalah peserta yang beruntung dan memperoleh manfaat dari keadaan, peristiwa atau perbuatan yang di nyatakan pleh predikat.
{Ziona memberikan cintanya kepada Putra. }

5.Atribut
Dalam kalimat yang predikatnya nomina,Predikat tersebut mempunyai peran semantik atribut. { Cinta berbentuk bola}
6.Peran Semantik Keterangan
Peran semantik keterangan berupa,keterangan waktu,tempat,alat sumber.Peran semantik itu pada dasarnya sesuai dengan sifat kotidrat dari nomina yang ada pada keterangan tersebut. {Putra terluka saat ini }

JENIS-JENIS KALIMAT
Kalimat dapat di tinjau dari :

 Jumlah klausanya
 Bentuk sintaksis
 Kelengkapan unsurnya
 Susunan subjek
 Predikat

Berdasarkan klausanya kalimat dapat di bagi atas :
1) Kalimat Tunggal
Adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa.Kalimat tunggal tidak selalu pendek tetapi juga dapat panjang.
Contoh : Ziona pacarku itu akan menikah di pulau saat matahari terbenam.
I.Kalimat berpredikat verbal
a.Kalimat tak transitif
adalah kalimat yang tak berobjek dan tak berpelengkap hanya memiliki dua unsure fungsi wajib yaitu Subjek dan Predikat.Adapula verba tak transitif yang di ikuti oleh nomina,tapi nomina itu merupakan bagian dari paduan verba tersebut.
{Putra bersadih}
b.Kalimat Ekstransitif
Adalah kalimat yang ber-objek dan tidak berpelengkap mempunyai tiga unsur wajib yakni Subjek, Prediket, dan Objek. {Putra menulis essay}
c.Kalimat Dwitransitif
Adalah kalimat yang mengungkapkan hubungan tiga wujud
Dalam bentuk aktif wujud itu masing-masing merupakan Subjek,Objek,Pelengkap. Objek dalam kalimat aktif berdiri langsung di belakang verbal,Tanpa proporsisi dan dapat di jadikan Subjek dalam kalimat pasif dan sebaliknya.
d.Kalimat Pasif
Pengertian kalimat aktif dan pasif dalam kalimat menyangkut beberapa hal :
 Macam verba yang menjadi predikat
 Subjek dan Objek
 Bentuk verba yang dipakai.
Pemasihan dalam bahasa Indonesia di lakukan dengan cara :
 Menggunakan verba berprefiks “di”
 Menggunakan verba tanpa prefiks “di”
kaidah umum untuk membentuk kalimat pasif dengan menukarkan S dengan O.
 .Ganti prefiks “meng” dengan “di” pada P
 Tambahan kata“Oleh” dimuka unsur yang tadinya S.

Adapun kaidah pembentukan kalimat pasif cara kedua :
 Pindahkan O keawal kalimat
 Tanggalkan prefiks “meng” pada P.
 Pindahkan S pada tempat yang tepat sebelum verba.
II.Kalimat berpredikat Adjektiva
Contoh : Ayah sakit, pernyataan orang itu benar, pada kedua contoh di atas subjek kalimat itu adalah Ayah dan pernyataan orang itu dalam kalimat berikutnya merupakan predikat.Predikat dalam kalimat statif kadang-kadang di ikuti oleh kata atau frase lain. Jika kalimat statif kita bandingkan dengan kalimat ekuatif dan kita lihat bahwa keduanya hanya memiliki dua unsur wajib saja yakni Subjek dan Predikat.
III.Kalimat Berpredikat Nomina
Pada kalimat ekuatif nomina frasa nomina yang pertama itu subjek dan yang keduanya prediket. Seperti halnya kalimat statif, Kalimat berprediket nomina kadang memanfaatkan “adalah” untuk memisahkan Subjek dan Prediket “adalah” umumnya digunakan apabila S, P, atau keduanya panjang.
Contoh : Pemberhentian seorang wartawan adalah masalah biasa.
IV.Kalimat Berprediket Numeral
Contoh :

 Banyak cinta
 Cintanya hanya sedikit
V.Kalimat Berprediket Frasa Preposisional
Contoh :

 Putra sedang kepantai
 Ziona di dalam kapal
 Cincin ini untuk Ziona
2) Kalimat di lihat dari Bentuk Sintaksis
Kalimat ini dapat di bagi atas :
I. Kalimat Deklaratif
Kalimat Deklaratif di sebut juga dengan kalimat berita.Umumnya digunakan oleh pembicara / penulis untuk membuat pernyataan yang isinya berupa berita bagi pendengar atau pembaca.
Contoh : Kemarin lusa Ziona dilamar oleh Putra.
II. Kalimat Imperatif
Adalah perintah atau suruhan dan permintaan jika di tinjau dari isinya dapat di rinci sebagai berikut :
 Biasanya menyuruh lawan bicara untuk berbuat sesuatu
 Perintah halus jika pembicara menyuruh pembicara menyuruh mencoba atau mempersilahkan lawan berbicara berbuat sesuatu
 Menggunakan kata “permohonan”
 Gunakan kata ajakan dan harapan jika pembicara mengajak atau berbuat sesuatu
 Larangan jika pembicara menyuruh agar juga mengerjakan sesuatu.
 Pembicaraan jika pembicara minta agar jangan di larang.
Kalimat Imperatif memiliki ciri formal sebagai berikut :
1.Intonasi yang di tandai nada rendah di akhiri tuturan
2.Pemakain partikel penegas, penghalus dan kata tugas ajakan, harapan, dan larangan.
3.Susunan Inversi sehingga urutannya menjadi tidak selalu terungkap predikat Subjek jika di perlukan
4. Pelaku tindakan tidak selalu terungkap
II.1 Kalimat Imperatif Tak Transitif
Kalimat ini dibentuk dari kalimat Deklaratif yang dapat berpredikat verba dasar, Frasa Adjektif,dan Frase verbal yang berprefik “ber” atau “meng” ataupun Frasa Proposional.
Contoh : a. Kau masuk
b. Masuk
II.2 Kalimat Imperatif Transitif
Kalimat yang berpredikat verba transitif mirip dengan kontraksi kalimat dekrelatif pasif.Verba kalimat dapat di anggap berbentuk pasif adalah lawan bicara dalam kalimat dekralatif berfungsi sebagai subjek pelaku pelangkap pelaku sedang objek sasaran menjadi subjek sasaran dalam kalimat imperatif.
Contoh: a. Kau mencari cinta apa saja
b. Carilah cinta apa saja
II.3 Kalimat imperatif halus
Kata yang di pakai untuk menghaluskan isi kalimat imperatif seperti : tolong,coba,silahkan,sudilah dan kiranya.
Contoh: a. Tolong terima cinta ini
b. Tolong cinta ini diterima segera
II.4 Kalimat imperati ajakan dan harapan
kalimat ini tergolong kepada kalimat biasanya di dahului dengan kata ayo (lah),mari (lah),harap dan hendaknya.
Contoh : a. Ayo cintai aku
b. Mari cintai aku.
II.5 Kalimat imperatif permintaan
Kalimat ini di tandai dengan kata minta atau mohon, kalimat imperatif permintaan adalah pembicara yang sering tidak di munculkan.
Contoh: a. Minta perhatian,Ziona
b. Minta ampun
II.6 Kalimat imperatif larangan
Kalimat ini bersifat larangan dengan adanya kata jangan (lah)
contoh: a. Jangan tolak cintaku.
b. Janganlah menikah dengannya.
II.7 Kalimat imperatif pembiaran
Kalimat yang pembiaran di nyatakan dengan kata biar (lah) biarkan (lah)
contoh: Biarlah cintaku kau tolak,tapi ku tetap cintaimu.
III.Kalimat interogatif
Kalimat ini juga dikenal dengan kalimat Tanya.Secara formal di tandai oleh kehadiran kata Tanya seperti apa, siapa, berapa, kapan, dan bagaimana dengan atau tanpa partikel-kan sebagai penegas.
Contoh : Kapan Ziona terima cintaku.
IV. Kalimat Eksklamatif
Dikenal juga dengan kalimat seru.Secara formal di tandai oleh kata “alangkah” betapa, atau bukan main pada kalimat berprediket adjektiva.
Cara pembentukan kalimat ini dari kalimat Deklaratif adalah :
1. Balikkan urutan unsur kalimat dari S – P menjadi P – S
2. Tambahkan partikel “nya” pada (adjektiva) P
3. Tambahan tanda seru {alangkah,bukan main,atau betapa di depan P jika di anggap perlu.
3) Kalimat tak lengkap
Kalimat yang tidak ada subjek atau predikatnya.Biasanya terjadi pada wacana karena unsur yang tidak muncul itu sudah di ketahui atau di sebutkan sebelumnya.
Contoh : Amir : Ziona mau kemana ?
Amir : Pantai.

PERLUASAN KALIMAT TUNGGAL
1.Keterangan
Kehadiran keterangan pada kalimat tidaklah wajib karena tanpa keterangan kalimat telah mempunyai makna mandiri
Conoh : Ziona sedang menguji cinta Putra.
Walaupun contoh di atas hanya tediri dari unsur wajib namun makna kalimatnya dapat di katakan utuh.
1.1 Keterangan waktu
Memberikan informasi mengenai saat terjadinya suatu peristiwa.
Contoh : Ziona kepantai biasanya senja-senja.
1.2 Keterangan tempat
Adalah keterangan yang menunjukkan tempat terjadinya peristiwa atau keaadaan.
Contoh : Dari pantai ini cintaku dengan Ziona bersemi.

1.3 Keterangan cara
Adalah keterangan yang menyatakan jalannya suatu peristiwa berlangsung.
Contoh : Putra berbicara sejujurnya dengan kekasihnya.
1.4 Keterangan penyerta
Adalah keterangan yang menyatakan ada tidaknya orang yang menyertai orang lain dalam melakukan suatu perbuatan.
Contoh : Ziona ke pantai dengan kekasihnya.
1.5 Keterangan alat
Keterangan yang menyatakan ada tidaknya alat pakai untuk melakukan suatu perbuatan.
Contoh : Putra menggunakan surat untuk merngatakan cintanya.
1.6 Keterangan pembandingan
Adalah keterangan yang menyatakan kesetaraan atau kemiripan antara suatu keadaan, kejadian.Perbuatan dengan keadaan kejadian atau perbuatan yang lain.
Contoh : Ziona manerima cintaku atau menolak.
1.7 Keterangan sebab
Adalah katerangan yang menyatakan sebab atau alasan terjadinya suatu keadaan, kejadian atau perbuatan.
Contoh :Putra bubuh diri lantaran cintanya ditolak.
1.8 Keterangan kesalingan
Adalah keterangan yang menyatakan bahwa suatu perbuatan yang di lakukan secara berbalasan.
Contoh : Ziona mencubit lalu mengelitik Putra.
1.9 Keterangan tujuan
Adalah keterangan yang menyatakan arah,jurusan,atau maksud perbuatan,atau kejadian.Bentuk frase proposisional dan proposisi yang di pakai adalah : demi,bagi, guna,untuk dan buat.
Contoh : Putra rela terbunuh demi menyelamatkan Ziona.

Nomina Vokatif
Adalah konstituen tambahan dalam ujaran berupa nomina atau frasa nomina yang menyatakan orang yang di sapa.Unsur Vokatif ini bersifat mana suka dan letaknya dapat di awal,di tengah,atau di akhir kalimat.

APOSISI
Adalah dua unsur kalimat di sebut ber-aposisi jika kedua unsur itu sederajad dan memiliki acuan yang sama atau paling tidak salah satu mencakup acuan unsur yang lainnya.
PENGINGKARAN
Pengingkaran adalah proses atau konstruksi yang mengungkapkan pertentangan isi makna suatu kalimat di lakukan dalam penambahan kata ingkar pada kalimat.
Contoh kalimat ingkar,tidak,bukan,jangan,belum.
1. Pengingkaran kalimat
Pengingkaran ini di lakukan dengan menambahkan kata ingkar yang sesuai di awal frasa predikatnya.Kata ingkar “tidak” atau “telah” di tepatkan di awal predikat yang tidak mengandung bentuk “sudah” atau “telah” pada kalimat berpredikat.
“KATA INGKAR”
Jenis kalimat Deklaratif Interogatif Imperatif Eksklamatif
Verbal Tidak Tidak
Jangan
Belum Belum
Adjektival Tidak Tidak
Jangan
Tidak
Belum Belum
Nominal Bukan Bukan
Numeral Tentu Bukan Bukan
Tak tentu Tidak Tidak

2.Pengingkaran bagian kalimat
Bagian kalimat tertentu dapat di ingkarkan dengan menempatkan kata ingkar yang sesuai di depan unsur yang di ingkar itu.
Contoh : Putra diterima Ziona bukan di waktu liburan ke pulau melainkan di waktu Putra sedang membajak sawah.
3.Lingkup pengingkaran
Kata ingkar seperti “tidak” mempunyai ruang lingkup pengingkaran yang berbeda-beda bergantung pada ada tidaknya keterangan pada kalimat.
Contoh : – Ziona tidak cinta pada saya
- Ziona cinta pada saya

HUBUNGAN ANTAR KLAUSA
1.Hubungan koordinasi dan Subordinasi
Hubungan koordinasi
Koordinasi menggabungkan dua klausa atau lebih yang masing-masing mempunyai kedudukan yang setara dalam struktur konstituen kalimat.Hasinya adalah satuan yang sama kedudukannya.Hubungan klausa-klausa tidak menyangkut satuan yang membentuk hirarki karena klausa yang satu bukanlah konstituen dari klausa lain.
Contoh : Ziona ke pantai dan Putra ke pulau.
Hubungan Subordinasi
Adalah Subordinasi menggabungkan dua klausa atau lebih sehingga terbukti kalimat majemuk yang salah salah satu klausanya menjadi bagian dari kalimat klausa lain.
Contoh : Ziona menerima cinta Putra walau dengan terpaksa
Klausa Subordinatif dapat juga berupa klausa Adverbia dalam arti klausa itu berfungsi sebagai keterangan.

CIRI-CIRI HUBUNGAN KOORDINASI DAN SUB-ORDINASI
Ciri-ciri sintaksis hubungan koordinasi
 Hubungan koordinasi menggabungkan dua klausa atau lebih
 Posisi klausa yang di awali oleh koordinasi “dan” atau dan “tetapi” tidak dapat di ubah
 Urutan klausa yang tetap dalam hubungan koordinasi yang telah di bicarakan erat dengan Pronominalisasi.
Sebuah koordinator dapat di dahului oleh koordinasi lain untuk memperjelas atau mempertegas hubungan antara duia klausa yang di gabunmgkan.
Ciri-ciri sintaksis hubungan Subardinasi.
 Subardinasi menghubungkan dua klausa yang salah satu di antaranya merupakan bagian dari klausa yang lain.
 Pada umumnya posisi klausa yang di awali sub ordinator dapat berubah
 Hubungan Sub-orbinatif memungkinkan adanya acuan kata voris
Ciri-ciri Sintaksis hubungan koordinasi
Klausa yang di hubungkan oleh koordinator tidak menyatakan perbedaaan tingkat pesan.
Ciri-ciri Semantis Hubungan Sub Ordinasi
Dalam hubungan Sub ordinasi,klausa yang mengikuti Sub-ordinator memuat informasi atau pernyataan yang di anggap skunder oleh pemakai bahasa,sedangkan klausa yang lain memuat pesan utama kalimat tersebut.
Contoh : Putra sangat bahagia karena cintanya diterima Ziona.

Hubungan Semantis Antar Klausa Dalam Kalimat Majemuk Setara
1.Hubungan penjumlahan
Adalah hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan,keadaan, peristiwa,atau proses.Di tandai dengan koordinator “dan, serta, atau baik—-maupun”.
1.1 Hubungan Sebab Akibat
Hubungan seperti ini,klausa kedua merupakan akibat klausa pertama.

1.2 Penjumlahan yang menyatakan urutan waktu
Klausa kedua merupakan peristiwa yang terjadi pada klausa pertama,koordinator yang di pakai,adalah,dan,kemudian,dan lalu.
1.3 Penjumlahan yang menyatakan pertentangan
Klausa kedua menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang di nyatakan dalam klausa pertama.
1.4 Penjumlahan yang menyatakan perluasan
Klausa kedua menyatakan memberikan informasi atau penjelasan tambahan untuk melengkapi pernyataan pada klausa pertama.
2. Hubungan Perlawanan
Hubungan yang menyatakan bahwa apa yang di nyatakan dalam klausa pertama berlawanan,atau tidak sama dengan apa yang di nyatakan dalam klausa kedua.
2.1 Perlawanan yang menyatakan penguatan
Klausa kedua memuat informasi yang menguatkan dan menandakan informasi yang di nyatakan dalam klausa pertama.Dalam klausa pertama biasanya terdapat “tidak / bukan saja” ataupun “tidak / bukan hanya”.
2.2 Perlawanan yang menyatakan implikasi
Klausa kedua menyatakan sesuatu yang merupakan perlawanan terhadap implikasi klausa pertama.Koordinatornya biasa di pakai “tetapi”.
2.3 Perlawanan yang menyatakan perluasan
3. Hubungan Pemilihan
Adalah hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang di nyatakan oleh klausa-klausa yang di hubungkan.

Hubungan Simantis Antar Klausa Dalam Kalimat Majemuk Bertingkat
1.Hubungan waktu
Klausa Sub-ordinatif yang menyatakan waktu terjadinya peristiwa atau keadaan yang di nyatakan dalam klausa pertama.Hubungan waktu bisa di bedakan :
1.1 Waktu batas permulaan
Untuk menyatakan hubungan batas waktu permulaan di pakai sub-ordinatif seperti sejak dan sedari.
1.2 Waktu bersamaan
Hubunagan waktu bersamaan menyatakan bahwa peristiwa atau keadaan yang dinyatakan dalam klausa utama dan klausa sub-ordinatif terjadi pada waktu yang bersamaan.Sub-ordinatif yang di pakai {Se}waktu,ketika,seraya,serta,sementara, selagi,dan selamanya.
1.3 Waktu berurutan
Menunjukkan bahwa yang di nyatakan dalam klausa utama lebih dahulu atau lebih kemudian dari pada yang di nyatakan dalam klausa sub- ordinatif.Sub-ordinatif yang di pakai sebelum,setelah,sesudah,seusai,dan sebagainya.
1.4 Waktu Batas Akhir
Dipakai untuk menyatakan ujung suatu proses dan sub-ordinator yang di pakai adalah sampai dan hingga.
2. Hubungan Syarat
Sub-ordinatifnya menyatakan syarat terlaksananya apa yang di sebut dalam klausa utama. Sub-ordinator yang di pakai : jika {lau},kalau,dan asal {kan].
3. Hubungan Pengandaian
Hubungan ini terdapat dalam kalimat majemuk yang klausa sub-ordinatifnya menyatakan pengandaian terlaksannya apa yang di nyatakan klausa utama.
4. Hubungan Tujuan
Terdapat dalam kalimat yang klausa sub-ordinatifnya menyatakan suatu tujuan atau harapan dari apa yang di sebut dalam klausa utama.
5.Hubungan konsesif
Hubungan ini terdapat dalam kalimat majemuk yang klausa sub-ordinatifnya mengandung pernyataan yang tidak mengubah apa yang di nyatakan dalam klausa utama.
6.Hubungan Pembandingan
Hubungan ini terdapat dalam kalimat majemuk yang klausa sub-ordinatifnya menyatakan perbandingan,kemiripan.
7.Hubungan Penyebaban
Hubungan ini terdapat pada kalimat yang klausa sub-ordinatifnya menyatakan sebab atau alasan terjadinya apa yang dinyatakan dalam klausa utama.
8.Hubungan Hasil
Hubungan ini terdapat pada kalimat majemuk yang klausa sub-ordinatifnya menyatakan hasil atau akibat dari apa yang dinyatakan dalam klausa utama yang dinyatakan dengan,sehingga,sampai,dari maka.

9.Hubungan Cara
Hubungan ini terdapat dalam kalimat yang klausa sub-ordinatifnya menyatakan cara pelaksanaan dari apa yang dinyatakan oleh klausa utama.Sub-ordinator yang dipakai dengan dan tanpa.
10.Hubungan Alat
Terdapat dalam kalimat yang klausa sub-ordinatifnya menyatakan alat yang dinyatakan oleh klausa utama.
11.Hubungan Komplementasi
Dalam hubungan ini klausa sub-ordinatif melengkapi apa yang dinyatakan oleh verba klausa utama oleh nomina subjek baik dinyatakan atau tidak.
12.Hubungan Atribut
Hubungan ini ditandai oleh sub-ordinatif “yang” hubungan ini dapat di bagi atas :
 Hubungan Atribut Restriktif
Dalam hubungan ini klausa relatif membatasi makna dari nomina yang diterangkannya apabila ada nomina yang dapat keterangan tambahan yang berupa klausa relatif – restriktif.
 Hubungan Atribut Takrestriktif
Hubuangan ini hanyalah memberikan sekedar tambahan informasi pada nomina yang diterangkannya.
13. Hubungan Perbandingan
Hubungan ini terdapat dalam kalimat majemuk bertingkat yang klausa sub-ordinatifnya dan klausa utamanya mempunyai unsur yang sama.Hubungan ini dapat di bagi atas hubungan Ekuatif,hubungan Komparatif,hubungan Optatif.
PELEPASAN
Adalah penggabungan dua klausa baik secara sub-ordinatif maupun secara koordinatif.Disamping pelepasan yang unsurnya tertelusuri balik dati teks (pelepasan tekstual) ada pelepasan yang unsurnya dapat ditelusuri balik berdasarkan struktur (pelepasan structural).
SEKIAN.
DARI PADA KOSONG
Seandainya ada kala dimana pemberhentian bukanlah akir dari suatu karya melainkan awal dari suatu peradaban baru yang terlahir dari generasi-generasi baru yang anti akan pemikiran lama dan paham-paham yang dipaksakan pendahulu kepada kita sehingga kita menirima begitu saja peradaban ini tanpa mau bertanya sesuaikah semua ini dengan keinginan kita.
Pada bahasa yang kita pelajari mungkinkah ini suatu kekekalan atau hanya suatu yang ada dan akirnya pun leyap ketika segalanya dapat terbuktikan ketidak benarannya. Seribu tahun lagi dan mungkin lebih jauh dari itu, apakah kita tahu akan kemana peradaban ini atau kita akan disebut sejenis mahkluk apakah oleh keturunan kita yang tiada lagi kita berikan pengetahuan seruhnya pengetahuan.
Dan tentang sastra,benarkah ada kata yang bisa menerwakili kata kesusastraan, entah dengan K besar ataupun tidak dalam dunia hiperrealitas ini.Masih bisakah diketemukan manusia yang hanya gunakan satu topeng.Masih adakah ruh itu.
Dan kata,malang sungguh nasibmu dipermainkan makna.
Aku hanya pejalan yang tiada apa-apa mencoba untuk menelusuri gua yang tiada kutahu tentangnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: