BALAI PUSTAKA (sebagai permulaan perkembangan sastra Indonesia)

Dengan ketetapan guberdemen tanggal 14 September 1908 no.12 pemerintah mengadakan sebuah komisi,yang dipimpin oleh Dr.G.A.J.Hazeu,seorang penasehat pemerintah tentang hal-hal Bumi Putera,yang berkewajiban memberikan keterangan kepada tuan direktur urusan pengajaran,ibadat,dan kerajinan perihal memilih buku-buku yang baik bagi bacaan BumiPutera.
Itulah bunyi dari “Nota Over de Volkslectuur” dalam tahun 1911 yang dibuat oleh komisi untuk bacaan rakyat dan sekolah Bumi Putera yang ditanda tangani oleh sekretarisnya,yaitu Dr.D.A.Rinkes,pegawai yang menyelidiki tentang bahasa-bahasa di Indonesia.Yang bernama Komisi untuk Sekolah Bumi Putera dan Bacaan Rakyat (Commissie voor de Inlandsche Scholl en Volkslectuur).
Dalam karangan Dr.D.A.Rinkes tentang Volkslectuur dalam Encyclopaedie voor Nederlandsch Oost-Indie dinyatakan Commissie voor de Inlandsche Scholl en Volkslectuur bertugas untuk mengumpulkan dan mencatat cerita-cerita dan dongeng rakyat Indonesia.Setelah hampir terkumpul semua,barulah diterjemahkan hasil-hasil kesusastraan Eropa.Dalam perjalanan keduanya juga dilakukan penerbitan karangan yang dapat menambah kecerdasan yang dimulai pada tahun 1910.
Kemudian Commissie voor de Inlandsche Scholl en Volkslectuur pada tanggal 22 September 1917 dikukuhkan menjadi Balai Pustaka.Dan untuk selanjutnya dikelompokan menjadi 4 bagian,Bagian Redaksi,Bagian Administrasi,Bagian Perpustakaan,dan Bagian Pers,yang bertugas untuk memajukan moral dan budaya serta meningkatkan apresiasi sastra.
Tokoh-tokoh yang memimpin BP ialah Dr.D.A. Rinkes, Dr.G.W.J.Drewes, Dr.K.A. Hidding,dan sastrawan Indonesia yang tercatat pernah bekerja di BP ialah Adinugroho,S.T.Alisjahbana,Armijn Pane,Nur Sutan Iskandar,dan H.B.Jassin.Pada zaman itu BP menghasilkan bermacam buku,Majalah,dan Almanak.
Pada tahun 1930an BP mengalami perkembangan yang sangat pesat,sehingga persebarannya menyebar luas ke pelosok nusantara.Sementara itu,diluar juga bermunculan penerbit-penerbit swasta,yang bersifat politik dan kedaerahan.Antaranya pada tahun 1920an muncul penerbit Penghidupan. Penghibur.Warna Warta.Bintang Hindia.Han Sing.Sin Po.Cerita Melayu.Pada tahun 30an,antara lain : Pedoman Islam. Pelita Andalas.Pujangga Baru.Asia Masa dan Bahtera masa.
Kemunculan penerbit ini karena ketidak sepahaman dengan paham yang dianut oleh BP yang lebih menitik beratkan pada kolonial Belanda.

USAHA-USAHA BP
1. Mengumpulkan cerita-cerita atau dongeng-dongeng daerah dan menyalinnya kedalam bahasa Melayu.
2. Menerjemahkan cerita-cerita Eropa ke bahasa Melayu.
3. Menerbitkan majalah dalam 3 bahasa :
 Panji Pustaka dalam bahasa Melayu,1923 (sebelumnya bernama Sri Pustaka)
 Kejawen dalam bahasa Jawa,1926.
 Parahiangan dalam bahasa Sunda,1929.

4. Menerbitkan Almanak,seperti Volksalmanak,Almanak Tani, Almanak Guru.
5. Menerbitkan buku-buku bacaan umum,seperti buku kesehatan,pertanian, peternakan,budi pekerti,sejarah,adat,dan lain-lain.
6. Membuka perpustakaan disekolah-sekolah.
Yang menjadi sasaran BP ialah anak sekolah rakyat,guru yang tersebar dikota kecil dan daerah,para pegawai rendahan,dan para petani.Hal itulah yang menyebabkan penerbitannya menggunakan bahasa Jawa,Sunda,dan Melayu.Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah kolonial untuk memelihara budaya daerah agar tidak terbentuk nasionalisme.
KEMAJUAN BAGI BAHASA,SASTRA,DAN SASTRAWAN
1. Meningkatkan mutu bahasa,karena hanya karya yang berbahasa baik yang diterbitkan.
2. Penyebaran bahasa yang baik dapat menyeluruh dilaksanakan.
3. Semakin benyaknya karya satra yang terbit
4. Menumbuh kembangkan semangat sastrawan untuk menulis.
5. Kemajuan bagi perhubungan antara pengarang dengan pembaca (Masyarakat)
KEPINCANAGAN YANG ADA
Dengan terikatnya karya yang bisa diterbitkan dalam persaratan Nota Rinkes, Yaitunya :
1. Tidak mengandung unsur agama.
2. Tidak mengandung unsur politik.
3. Tidak menyinggung suatu golongan.
Akibat dari Nota Rinkes ini membawa kerugian bagi sastra Indonesia,antaranya :
1. Pengarang tidak bisa membangkitkan semangat memperjuangkan nasib rakyat dari jajahan Belanda.
2. Gaya bahasa pengarang diubah sesuai kepentingan Belanda
3. Mematahkan semangat para pengarang.
Diantaranya karya sastra yang terkena dampak dari Nota Rinkes ini adalah novel Salah Asuhan karya Abdul Muis yang telah dirobah,dibersihkan dan disesuaikan menurut keinginan pemerintah,juga novel Belenggu karya Armijn Pane yang ditolak untuk diterbitkan karena bertentangan dengan keinginan pemerintah.

BP SEBAGAI NAMA ANGKATAN
Selain Angkatan BP juga dikenal dengan nama Angkatan Siti Nurbaya,dan Angkatan Dua puluhan.
Angkatan BP karena kegiatan kesusastraan pada waktu itu berpusat dan tercipta awal-awal oleh orang-orang yang menciptakan karya sastra yang menampakan ciri-ciri yang telah berbeda dengan sastra lama / terdahulunya di kantor penerbit Balai Pustaka.
Angkatan Siti Nurbaya karena roman Siti Nurbaya sangat disenangi dan menarik orang banyak,sehingga roman tersebut paling banyak diterbitkan dari roman lain.
Angkatan Duapuluhan karena pada tahun itulah kegiatan sastra nyata dilakukan dan bukan saja oleh penerbit BP,melainkan juga banyak penerbit swasta yang mengangkat sastra.

TOKOH dan KARYA ANGKATAN BP
PUISI
• A.Rahman karyanya Syair Putri Hijau. Syair pertemuan Malang.
• Aman karyanya Syair Si Lindung Delima
• St.Syahbudin karyanya Syair siti Aminah
• Tulis Sutan Sati karyanya Syair Sitti Marmunah yang Saleh. Syair rosina
CERPEN
Muhammad kasim,karyanya Cerpen Teman Duduk,1936. Kumpulan Cerpen Bertengkar Berbisik. Kumpulan Cerpen Buah di Kedai Kopi. Kumpulan Cerpen iki Bahtera.
ROMAN / NOVEL
• Abdul Muis karyanya Salah Asuhan,1928. Sebatang Kara.Pertemuan Jodoh,1933. Surapati,1950. Robert Anak Surapati
• Marah Rusli karyanya Sitti Nurbaya,1922
• Merari Siregar karyanya Azab dan Sengsara,1920.Si Jamin dan Si Johan,1918.
• Muhammad kasim karyanya Muda Taruna,1922.
• Nur Sutan Iskandar karyanya Apa Dayaku karena Aku perempuan,1922. Salah Pilih,1928. Karena Mertua,1932. Hulubalang raja,1934. Katak hendak Menjadi Lembu,1934. Neraka Dunia,1937. Cinta Tanah Air,1944. Mutiara,1946. Jangir Bali,1946. Korban karena percintaan,1924. Cobaan,1947. Cinta yang Membawa Maut.
• Tulis Sutan Sati karyanya tidak Membalas Guna,1932. Memutuskan Pertalian,1932. Sengsara Membawa Nikmat,1928.
• Hamidah karyanya Kehilangan Mestika,1935.
• Selasih karyanya Kalau tak Untung,1938.
• I.Gusti Nyoman Panji Tisna karyanya Ni Rawit,1935. Sukreni,Gadis Bali,1936. I Swasta,setahun di Bedahulu,1938.
• Suman H.S karyanya Kawan bergelut. Mencari pencuri Anak Perawan,1932. Kasih tak Terlarai,1931. Tebusan Darah,1939
• H.M.Zainuddin karyanya Joumpa Aceh
• Abas Pamuncak karyanya Pertemuan
• Habib Sutan Maharaja karyanya Nasib.
• Adinegoro karyanya Darah muda. Asmara jaya.
• Kejora karyanya Keram dalam Gelombang Percintaan
• Suman Hasibuan karyanya Kasih tak Sampai

PENDAPAT TOKOH-TOKOH TENTANG BP
1. BAKRI SIREGAR
Balai Pustaka adalah hasil dari politik etis pemerintah Belanda,pemupuk amtenarisme / pegawaiisme yang patuh dan melaksanakan peranan pengimbangan lektur antikolonia dan nasionalisme.
2. TASAI
Kehadiran Balai Pustaka merupakan suatu tekad untuk menghadirkan buku / bacaan rakyat yang bermutu tinggi dan dapat membangun kecerdasan dan moral bangsa karena efek dari bacaan liar seperti bacaan Cina peranakan yang dapat merusak moral bangsa.
3. DR.A.TEEUW
Ciri-ciri umum dari kesusastraan BP
• Umumnya sastra BP belum terlepas dari sifat kesusastraan Melayu lama.
• Buku-buku roman BP menjadi awal kesusastraan Indonesia.
• Inti cerita tentang perbedaan pemuda dengan kaum tua.
• Didaktik.
4. JAKOB SUMARDJO
Ciri umum roman BP memiliki,antara lain
• Bersifat kedaerahan
• Romantik-sentimental
• Bergaya bahasa seragam.
• Bertema sosial.

TENTANG 3 NOVEL KARYA BP

AZAB DAN SENGSARA
Pengarang : Merari Siregar
Tahun :1920
Tokoh :Aminuddin,Mariamin,Nuria,Sutan baringin
Latar :Sipirok,Tapanuli Selatan,Sumatra Utara.
Topik :Adat dan kebiasaan yang kurang baik di Indinesia (Sumatra Utara) terlebih diantara suami istri.
Isi cerita :
Mengisahkan kegagalan sepasang remaja Aminuddin dan Mariamin di Sipirok,Tapanuli Selatan,Sumatra Utara dalam membangun kehidupan keluarga yang berbahagia karena terhalang oleh pandangan adat yang menghendaki perkawinan berdasar pada kesetaraan derajat dan status sosial.
Hal ini terlihat dari penolakan Baginda Diatas (ayah Aminuddin) seorang bangsawan yang kaya dan dermawan terhadap keinginan anaknya untuk menikahi Mariamin,anak keluarga miskin akibat keborosan mendiang ayahnya,dengan alasan perbedaan kelas sosial.
Mereka berdua telah akrab sedari kecil karena sekampung dan masih bersaudara sehingga wajarlah terurai benih cinta diantara keduanya,dan merekapun sepakat untuk menikah apabila Aminuddin telah bekerja.
Setelah mendapat pekerjaan di Medan,Aminuddin meminta ayahnya untuk melamar Mariamin dan membawanya ke tempat dia bekerja.Namun tanpa sepengetahuan Aminuddin,Ayahnya telah melamar gadis lain untuk menjadi istrinya.Aminuddin tidak berani menolak atau melawan demi kehormatan orang tuanya.Dengan hati yang sangat terpaksa diapun menikahi wanita pilihan orang tuanya.
Mariamin hanya bisa meratapi kenyataan hidupnya.Beberapa waktu kemudian Mariaminpun dipaksa untuk menerima lamaran dari Kasibun,seorang yang bekerja di Medan.Setelah berumah tangga barulah Mariamin mengetahui bahwa suaminya telah pernah menikah dan menderita penyakit kotor.Suaminyapun suka main tangan dan berlaku kasar.
Tidak tahan dengan semua ini,Mariamin melaporkan suaminya kepolisi.Akirnya diapun bercerai dengan suaminya dan pulang ke Sipirok dengan membawa derita yang panjang hingga akir napasnya.

SITTI NURBAYA
Pengarang : Marah Rusli
Tahun :1922
Tokoh :Sitti Nurbaya,Samsulbahri,Datuak Maringih
Latar :Padang
Topik :Darma seorang anak kepada orang tuanya.
Isi cerita :
Keterpaksaan yang harus dilakukan oleh Sitti nurbaya untuk dinikahkan dengan Datuak Maringgih kerena rasa cinta dan darmanya terhadap orang tuanya.Sehingga menghancurkan hidup dan cintanya.Dan kepahitan demi kepahitan mengiringi perjalanan hidupnya.
Pada awalnya cerita ini sangat ideal.Sitti Nurbaya dan Samsulbahri merupakan sepasang remaja yang berbahagia karena hidup dikeluarga terpandang.Semenjak kecil telah bersahabat dan akrab sehingga timbullah perasaan cinta.Sepertinya hubungan cinta mereka tidak dapat terpisahkan lagi.
Namun karena Samsu harus melanjutkan pengajarannya ke sekolah dokter di Jakarta,merekapun mesti terpisah.Cita-cita dan pengharapan mereka sangat indah,setelah Samsu selesai sekolah merekapun ingin melangsungkan pernikahan.
Dilain sisi,muncullah seorang Datuak Maringgih yang tamak dan iri akan kesuksesan dan kejayaan orang lain.Sehingga dengan orang suruhannya dia membakar toko-toko dan merusak ladang milik Baginda Sulaiman (ayah Sitti Nurbaya).Dan keluarga itupun jatuh miskin.
Untuk membangun usaha kembali pinjaman dari ayah Samsulbahri tidak mencukupi,sehingga dengan terpaksa harus meminjam kepada Datuak Maringgih, seorang lintah darat nan tamak.
Kecantikan,tutur bahasa dan tingkah laku Sitti Nurbaya sangat menjadi buah bibir,sehingga pemuda yang melihatnya pasti jatuh hati padanya.Tidak terkecuali Datuak maringgih yang juga ingin memperistri Sitti Nurbaya. Kesempatannyapun terbuka lebar karena Baginda Sulaiman tidak bisa membayar utangnya sesuai dengan batas yang ditentukan,sehingga untuk itu Baginda Sulaiman diberikan dua pilihan,dihukum atau menyerahkan Sitti Nurbaya.
Dengan berat hati Sitti Nurbaya merelakan dirinya dinikahi Datuak Maringgih dari pada melihat ayahnya dipenjara.Kasedihan dan keterpaksaan yang dia rasakan di ceritakan kepada kekasihnya Samsulbahri.Mendengar itu,samsu naik pitam namun dia tidak dapat berbuat apa-apa.
Masa libur tiba,dan Samsu pulang ke Padang.Ia ingin berjumpa dengan keluarga apalagi sang terkasih.Mendengar kabar kepulangan Samsu,Sitti Nurbaya pun mencari upaya agar bisa keluar dan bertemu Samsu,Dengan alasan menjenguk ayahnya yang sakit.
Dan dua insan itupun bertemu dan melepas rindu,namun perihal itu diketahui Datuak Maringgih.Atas perihal itu Datuak Maringgih dan samsulbahri berkelahi,dan datuak Maringgih tertumbangkan.
Untuk menebus kekalahannya Datuak Maringgih mendatangi ayah Samsu dan menfitnah Samsu bertindak tak senonoh terhadap istrinya.Akirnya Samsu diusir dari rumah.Samsupun hilang arah dan patah semangat.
Mendengar kabar pengusiran Samsu,Sitti sangat sedih dan diapun di perlakukan kasar oleh suaminya terlebih saat ayahnya telah meninggal.Diapun diusir oleh suaminya dan tinggal di rumah saudaranya Aminah.Kekejaman Datuak Maringgih berlanjut dengan meracuni Sitti Nurbaya oleh orang suruhannya.Sitti Nurbayapun meninggal.
Mendengar kematian sang terkasih,Samsupun bertambah galau dan mencoba bunuh diri.Untung temannya dapat menyelamatkannya walau Samsu harus di bawa ke rumah sakit.
Beberapa perjalanan waktu,kini Samsu dikenal orang dengan letnan Mas, seorang opsir Belanda.Tiada orang yang menyangka bahwa Letnan Mas adalah Samsulbahri.
Nasibpun mengantarkannya kembali kepada kampung halamannya.Dia mendapat tugas memberantas pengacau yang dipimpin Datuak Maringgih karena ketidak inginan membayar pajak.Disamping untuk tugas Letnan Mas pun memiliki kesempatan untuk balas dendam.Akirnya Datuak Maringgih mati ditembus peluru Letnan Mas dan Letnan Mas pun sekarat akibat tusukan Datuak Maringgih.
Sebelum meninggal di rumah sakit,Letnan Mas meminta agar Sutan Mahmud Syah menemuinya.Dan diapun memperkenalkan diri sebagai seorang anak yang dulu diusir yaitunya Samsulbahri.Setelah meninggal ayahnya hanya bisa meratapi semua ini,dan mengabulkan permintaan anaknya untuk dimakamkan bersam Sang terkasih,yaitu SITTI NURBAYA.

SALAH PILIH
Pengarang : Nur Sutan Iskandar
Tahun :1928
Tokoh : Siti Maliah, ibu Mariati, Asnah, Saniah, Asri, ibu Mariah, Hasan Basri, Rangkayo Saleh,Indomo,Rusiah
Latar :Bukit Tinggi,Jakarta,Sungai Batang (Sumatra Barat)
Topik :Surga didepan mata tidak terlihat,dan lebih memilih kecantikan dunia yang kiranya neraka.
Isi cerita :
Ibu Mariati terbaring sakit diperistirahatannya yang sedang ditemani oleh Siti Maliah.Mereka sedang menunggu kedatangan Asnah yang sedang melihat tetangga beru melahirkan (ini merupakan suatu tradisi di Minang)
Asnah merupakan anak angkat ibu Mariati.Dia terkanal baik,ramah,dan juga gadis yang cantik.Dan juga memiliki rasa penyayang yang tinggi terhadap ibunya (ibu angkat).Selain Asnah,ibu Mariati juga memiliki seorang anak kandung yang sedang bekerja di Jakarta,bernama Asri.
Asripun pulang kampung karena begitru rindunya kepada ibunya. Kepulangan Asri sangat membahagiakan ibunya yang sedang sakit.Para tetangga pun turut gembira atas kepulangan Asri.Juga Asnah yang sangat gembira berjumpa dengan Asri.
Asri merupakan seorang remaja yang telah bebas,dan tidak terikat pada tradisi kampung.Ketika bertemu Asnah,diapun mencium kening Asnah,namun Asnah memalingkan mukanya,karena kebiasaan itu,sangat tabu di daerah yang masih kental dengan Adat dan kesopanan timur.
Asri banyak bercerita dengan Asnah.Sejak kepulangan Asri,segalanya menjadi berobah.Rumah yang dulu sunyi sekarang ramai di kunjungi teman-teman Asri.Dan sakit yang diderita ibunya telah sembuh.
Ketika Asri berkunjung ke rumah Rangkayo Saleh untuk menemui Tuanku Laras,diapun malihat tiga gadis yang menawan hati (ketiganya anak Rangkayo Saleh).Salah satunya telah memikat hati Asri,yang bernama Saniah. Para pemuda kampung tiada berani menginjak rumah Rangkayo Saleh lantaran Rangkayo Saleh menuntut penghormatan secara berlebihan kepada orang yang berkunjung ke rumahnya.Tidak demikian dengan Asri yang tidak ambil peduli dengan tradisi seperti itu.
Melihat kelakuan anaknya yang demikian,ibu Mariatipun bermaksud hendak menjodohkan Asri dengan Saniah.Mendengar perihal ini,entah kenapa hati Asnah merasa tidak senang.Asripun merasakan atas perlakuan Asnah kepadanya yang tidak lagi seperti biasa.Asripun menanyai kepada Asnah perihal perjodohan ini,dan Asnahpun menyetujui dan berpendapat agar pernikahan segera dilangsungkan,meski sebenarnya hatinya berat untuk menyetujuinya.
Gelegat ketidak sopanan dan keangkuhan keluarga Rangkayo Saleh terasa oleh ibu Mariati,atas penyindiran terhadap Asnah.Juga perlakuan Saniah terhadap teman Asri,yaitunya Hasan Basri yang begitu angkuh.
Setelah menikah,mereka tinggal bersama ibu Asri dan saudara tirinya. Namun Saniah merasakan cemburu yang tidak beralasan terhadap Asnah.Dan juga sikap dan perlakuannya yang tidak sopan dan sangat angkuh.Karena tidak tahan ibu dan asnahpun keluar dari rumah itu.
Namun Saniah belum juga merasa puas dan menfitnah Asnah juga suaminya.Keluarga Asri dengan Saniah bertambah berantakan,Aasripun sangat kalut,apalagi penyakit ibunya bertambah.Hanya Asnahlah yang terus merawat ibunya.
Akirnya ibunya meninggal.Sebelum meninggal ibunya berpesan agar asri dan Asnah musti menikah.Namun suasana terasa tambah kacau,karena benyak pemuda yang ingin mempersunting Asnah.Untuk menghindari itu,asnah memilih untuk meninggalkan kampung.Namun niat itu dihalangi oleh Asri.atas sikap Asri yang demikian Saniahpun sangat kesal dan rumah tangganya semakin berantakan.
Pada suatu hari,Rangkayo saleh dan Saniah berangkat ke Padang untuk kepentingan yang mendesak.Dalam perjalanan,mobil Rangkayo saleh kecelakaan, dan Rangkayo Saleh meninggal di tempat,namun Saniah dapat di selamatkan ke rumah sakit.Dalam rumah sakit Saniah mengakuai dan minta maaf atas kesalahannya selama ini.Dan Saniahpun beberapa waktu setelahnya meninggal.
Setelah keduanya di kuburkan,Asri dan Asnah mewujudkan keinginan ibu Masriati.Dan mereka mengarungi behtera rumah tangga di Jakarta.Setelah berselang lama,akirnya Siti Mariah berhasil membujuk Asri untuk pulang ke kampung dan hidup berbahagia di kampung sendiri..

Sekian.Makalah ini adalah hasil dari diskusi kami berlima.Terima kasih kepada rekan semua yang telah bersedia dan sudi untuk ikut berpartisipasi dalam pendiskusian makalah ini.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Maaf atas kesalahan………..

Life is freedoom.
Godbless STREETLINEDER,
SAINSDISTRO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: